Business analyst adalah peran yang menjembatani kebutuhan bisnis dengan solusi teknologi. Dalam proyek pengembangan sistem, business analyst membantu menggali masalah, merapikan kebutuhan, membuat dokumentasi, dan memastikan tim teknis memahami konteks yang benar. Peran ini sangat dekat dengan kompetensi mahasiswa Sistem Informasi.
Seorang business analyst tidak hanya mencatat permintaan pengguna. Ia perlu bertanya mengapa sebuah fitur dibutuhkan, siapa yang akan menggunakannya, proses apa yang berubah, dan dampak apa yang diharapkan. Dengan cara ini, solusi yang dibuat tidak sekadar mengikuti permintaan awal, tetapi benar-benar menyelesaikan masalah utama.
Contohnya ketika organisasi meminta sistem recruitment. Business analyst perlu memahami alur pendaftaran, dokumen yang dibutuhkan, status seleksi, siapa yang memverifikasi, dan laporan apa yang harus tersedia. Informasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kebutuhan fitur, struktur data, dan prioritas pengerjaan.
Mahasiswa Sistem Informasi dapat mulai melatih kemampuan business analysis melalui wawancara pengguna, membuat flowchart, menulis user story, menyusun use case, dan memvalidasi kebutuhan. Kemampuan komunikasi, analisis proses, dan dokumentasi menjadi modal penting untuk peran ini.