SERTIJAB (SERAH TERIMA JABATAN) 2026
SERAH TERIMA JABATAN (SERTIJAB) adalah proses dimana tanggungjawab diserahkan dari pejabat lama kepada pejabat baru untuk memastikan kelancaran operasional dan kontinuitas tugas.
Kumpulan Berita, Informasi Kegiatan, dan Artikel Edukatif Terkini
SERAH TERIMA JABATAN (SERTIJAB) adalah proses dimana tanggungjawab diserahkan dari pejabat lama kepada pejabat baru untuk memastikan kelancaran operasional dan kontinuitas tugas.
Kominfo Sharing Skill (KSS) merupakan proker dari divisi Kominfo HIMSI Margonda x Fatmawati sebagai wadah berbagi kemampuan di bidang digital kreatif.Dalam Proker ini, anggota Kominfo berbagi keterampilan editing menggunakan Photopea serta dasar photography, mulai dari pengolahan gambar hingga teknik pengambilan foto. KSS berfokus pada praktik langsung, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk membuat berbagai konten visual seperti poster dan desain lainnya.
PendahuluanHimpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMSI) bukan sekadar organisasi mahasiswa biasa. Ia adalah wadah perjuangan, tempat gagasan bertemu dengan aksi, dan rumah bagi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) untuk terus berkembang. Namun, tahukah kalian bagaimana perjalanan panjang organisasi ini hingga menjadi seperti sekarang?Awal Mula: Era HIMMI (2006)Jejak langkah ini dimulai jauh sebelum nama HIMSI dikenal. Pada tanggal 23 Juli 2006, Himpunan Mahasiswa Manajemen Informatika (HIMMI) resmi dibentuk dengan sekretariat pertama di Fatmawati. Organisasi ini lahir dari kebutuhan mahasiswa akan wadah untuk mengasah skill teknis dan menjadi akademisi yang siap terjun ke masyarakat.Seiring berjalannya waktu, semangat ini meluas ke berbagai daerah. Pada 26 Oktober 2011, HIMMI cabang Cikarang resmi terbentuk, disusul oleh cabang Cengkareng pada 24 Oktober 2012, serta banyak cabang lainnya di dalam dan luar Jabodetabek.Era Transformasi: Menjadi HIMSI (2018-2019)Tahun 2018 menjadi titik balik penting bagi organisasi mahasiswa di lingkungan UBSI. Berdasarkan keputusan lembaga terkait reorganisasi seluruh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA), HIMMI bertransformasi menjadi Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMSI).Langkah ini disahkan secara resmi oleh Rektor UBSI melalui SK No. 601/1.02/UBSI/1/2019 pada tanggal 31 Januari 2019. Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan penegasan posisi HIMSI sebagai garda terdepan dalam menghimpun mahasiswa Sistem Informasi di bawah Fakultas Teknik Informatika.HIMSI Hari Ini: Kabinet Trivolve (2025)Hingga saat ini, HIMSI UBSI telah tersebar luas di berbagai kampus pusat, mulai dari wilayah BSD, Cengkareng, Cimone, Cikarang, Cutmutia, Kalimalang, Kramat, Pemuda, Dewi Santika, hingga Jatiwaringin.Tahun 2025 menjadi babak baru di bawah kepemimpinan Kabinet Trivolve yang mengusung tiga pilar utama: Inovasi, Pemberdayaan, dan Kolaborasi. Dengan semangat “Growth More Than Yesterday”, HIMSI terus berkomitmen untuk menjadi wadah yang inklusif, kreatif, dan berwawasan global bagi seluruh mahasiswa Sistem Informasi UBSI.
Programming adalah proses menulis instruksi agar komputer dapat menjalankan tugas tertentu. Instruksi tersebut ditulis menggunakan bahasa pemrograman seperti PHP, JavaScript, Python, Java, atau bahasa lain sesuai kebutuhan sistem. Untuk mahasiswa Sistem Informasi, programming bukan sekadar hafalan sintaks, tetapi cara berpikir untuk memecahkan masalah secara terstruktur.Dalam konteks Sistem Informasi, programming biasanya digunakan untuk membangun aplikasi yang mendukung proses bisnis. Contohnya sistem akademik, sistem kasir, dashboard organisasi, aplikasi pendaftaran, hingga website profil. Setiap fitur yang terlihat sederhana di layar biasanya memiliki proses logika, validasi data, penyimpanan database, dan keamanan akses di belakangnya.Belajar programming juga melatih mahasiswa memahami hubungan antara data, proses, dan pengguna. Ketika membuat fitur login, misalnya, mahasiswa belajar tentang input, hashing password, session, database user, dan proteksi halaman. Pemahaman seperti ini membuat mahasiswa lebih mudah berdiskusi dengan developer maupun stakeholder non-teknis.Mahasiswa tidak harus langsung menguasai semua bahasa pemrograman. Lebih penting untuk memahami dasar seperti variabel, percabangan, perulangan, fungsi, struktur data, database, dan konsep debugging. Jika dasar tersebut kuat, berpindah ke framework atau bahasa baru akan jauh lebih mudah.
Database adalah komponen utama dalam hampir semua sistem informasi. Di dalam database, data pengguna, transaksi, artikel, dokumen, status, dan riwayat aktivitas disimpan secara terstruktur. Tanpa database yang baik, aplikasi hanya menjadi tampilan kosong yang tidak mampu menyimpan dan mengelola informasi secara konsisten.Mahasiswa Sistem Informasi perlu memahami database karena banyak keputusan sistem bergantung pada rancangan data. Struktur tabel, relasi, tipe data, index, dan constraint akan memengaruhi performa serta kualitas informasi. Kesalahan kecil seperti tipe kolom yang tidak tepat atau relasi yang tidak jelas bisa menyulitkan pengembangan fitur berikutnya.Dalam dunia kerja, database juga berkaitan erat dengan kebutuhan laporan dan pengambilan keputusan. Data yang tersimpan rapi dapat diolah menjadi dashboard, grafik, dan insight bisnis. Sebaliknya, data yang tidak konsisten akan menghasilkan laporan yang membingungkan dan sulit dipertanggungjawabkan.Belajar database sebaiknya dimulai dari konsep dasar seperti primary key, foreign key, normalisasi, query SQL, dan relasi antar tabel. Setelah itu, mahasiswa dapat mempelajari migration, ORM, backup, keamanan data, dan optimasi query sesuai kebutuhan proyek.
Business analyst adalah peran yang menjembatani kebutuhan bisnis dengan solusi teknologi. Dalam proyek pengembangan sistem, business analyst membantu menggali masalah, merapikan kebutuhan, membuat dokumentasi, dan memastikan tim teknis memahami konteks yang benar. Peran ini sangat dekat dengan kompetensi mahasiswa Sistem Informasi.Seorang business analyst tidak hanya mencatat permintaan pengguna. Ia perlu bertanya mengapa sebuah fitur dibutuhkan, siapa yang akan menggunakannya, proses apa yang berubah, dan dampak apa yang diharapkan. Dengan cara ini, solusi yang dibuat tidak sekadar mengikuti permintaan awal, tetapi benar-benar menyelesaikan masalah utama.Contohnya ketika organisasi meminta sistem recruitment. Business analyst perlu memahami alur pendaftaran, dokumen yang dibutuhkan, status seleksi, siapa yang memverifikasi, dan laporan apa yang harus tersedia. Informasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kebutuhan fitur, struktur data, dan prioritas pengerjaan.Mahasiswa Sistem Informasi dapat mulai melatih kemampuan business analysis melalui wawancara pengguna, membuat flowchart, menulis user story, menyusun use case, dan memvalidasi kebutuhan. Kemampuan komunikasi, analisis proses, dan dokumentasi menjadi modal penting untuk peran ini.
Menampilkan 49 sampai 54 dari 56 artikel